Selandia Baru – Maluku Luncurkan Program NZMATES

Berita Maluku,  Ambon – Gubernur Maluku Said Assagaff dan Duta Besar (Dubes) Selandia Baru  untuk untuk Indonesia, Trevor Matheson meluncurkan program Akses Selandia Baru-Maluku ke dukungan energi terbarukan (NZMATES) di  Ambon, Rabu ( 28/11)

Peluncuran Nzmates untuk memperingati 60 tahun hubungan persahabatan antara Pemerintah Selandia Baru dengan Indonesia.

Program ini dilaksanakan oleh perusahaan energi terbarukan Selandia Baru Infratec Ltd, bersama dengan Yayasan Mercy Corps Indonesia, bekerjasama dengan EBTKE,PLN, Bapeda, pemerintah Provinsi dan Kabupaten, serta masyarakat lokal, sektor swasta dan lembaga pendidikan serta partisipasi masyarakat.

Pulau seram merupakan pusat dari program ini karena Nzmates digerakan berdasarkan permintaan dan merespon terhadap kebutuhan nyata diwilayah sasaran.

Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, pemerintah provinsi Maluku menyadari akan kebutuhan kelistrikan  yang begitu besar, guna meningkatkan mata pencaharian masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan dasar dibidang pendidikan, kesehatan serta meningkatkan ketahanan energy di daerah tertingal dan terpencil diseluruh  wilayah kepulauan Maluku, termasuk di Pulau Seram sebagai lokasi program kerja sama

Menurutnya meskipun rasio elketrifikasi di Maluku telah  meningktat 70,80% dari tahun 2011 menjadi 87,5% pada tahun 2017, tetapi ini masih dibawah rata rata nasional 95,4%. Selain itu hampir 20% pendududk Pulau Seram dan pulau-pulau sekitarasnya (77 desa) masih belum memiliki akses ke listrik.

Provinsi Maluku hanya mengandalkan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik, meskipun sumber daya alamnya melimpah

Pada peluncuran, Dubes Selandia Baru, Trevor Matheson mengatakan, pemerintahnya menyediakan NZD 100 untuk menerapkan program NZMATES sampai 2023. Tujuanya untuk mendukung pegembangan dan pelaksanaan proyek-proyek energy terbarukan di Pulau Seram , terutama proyek air  dan surya dan berpotensi juga angin, biomasa dan teknologi pembangkit lainya

Menurutnya NZMATES adalah kolaborasi tiga pihak antara pemerintah Selandia Baru dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi kemnetrian Energi dan Sumberdaya Mineral (EBTKE) dan PLN.

Untuk memperingati 60 tahun bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru, Kementrian Luar Negeri dan Perdaganagan (MFAT NZ) Selandia Baru  dan pemerintah Indonesia berkolaborasi untuk memenuhi rasioi elektrifikasi Indonesia menjadi 99,9% pada tahun 2019 dan mencapai target 23% energy terbarukan pada tahun 2025.DMS