Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Ambon-Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Masohi, saat ini sedang merampungkan berkas perkara dugaan korupsi anggaran Dana PNPM, Generasi Sehat Cerdas (GSC) yang diduga dilakukan Natalia Moningka, selaku Bendahara GSC, Kecamatan TNS Waipia, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala Kejaksaan Negeri Masohi, Robinson Sitorus memastikan, berkas perkara Natalia Moningka rampung dalam waktu dekat dan  segera dilimpahkan ke pengadilan.

Tertundanya penyelesaian pemberkasan yang seharusnya dilimpahkan beberapa waktu lalu, karena Jaksa Tipikor Kejari Masohi membutuhkan  beberapa keterangan tambahan, sekaligus pembuatan pasal dakwaan sebelum berkas perkara tersebut di limpahkan.

Menurut Sitorus, Jaksa telah memeiliki cukup bukti yang kuat dan menetapkan, Natalia Moningka sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini.

Ia menjelaskan, baik hasil audit Internal GSC maupun jaksa penyidik, besaran anggaran yang di duga di korup oleh Bendahara Natalia Moningka sebesar 1,7 miliar.     

Sebanyak  28 orang saksi maupun pihak-pihak terkait telah dimintai keterangan.

Ia menyebutkan, pengakuan terakhir terdakwa Natalia Moningka, dari total uang Rp.1,7 miliar yang diduga di korupsi Rp.900 juta digunakan tersangka untuk berbisnis batu bacan.

Uang tersebut juga digunakan untuk biaya pernikahan, membeli 3 unit mobil, sebidang tanah, juga membuka dua tokoh sembako di terminal Waipia.

Menurut Sitorus, modus yang digunakan Natalia Moningka adalah dengan memalsukan tanda tangan Ketua dan Fasilitator Kecamatan untuk mencairkan dana miliaran rupiah tersebut.

Dana itu sebagian di salurkan untuk membiayai program GSC di 17 Desa di Kecamatan TNS  Waipia,  dan sebagian besar tidak disalurkan

Dana GSC ini dicairkan Pemprov Maluku ke Kabupaten Malteng untuk dipergunakan sebagai bantuan makanan sehat dan bergizi bagi balita dan lansia maupun biaya memeriksa kesehatan ibu hamil.

Dana GSC juga juga bermanfaat membantu masalah pendidikan anak-anak, seperti membeli pakaian seragam dan tas sekolah serta membayar tenaga guru honorer pada 18 desa di Kecamatan TNS-Waipia. Namun tersangka Natalia Moningka selaku bendahara GSC di Kecamatan TNS – Waipia telah menyalahgunakan pengelolaan anggaran tersebut. Sehingga Pemprov Maluku menutup rekening GSC di Malteng.DMS

DMS TWITTER

DMS Fan Page