Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Ambon-Tim jaksa dari Kejari Ambon masih melakukan pengumpulan bahan dan data serta keterangan dari berbagai pihak terkait indikasi penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Negeri Oma Kecamatan Haruku Kabupaten Maluku Tengah.

Selain Penyelidikan ADD Negeri Oma, Tim Pidana Khusus Kejari Ambon juga fokus melakukan penyelidikan adanya indikasi dugaan penyelewengan dana bergulir Koperasi di Negeri Abubu Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala Kejkasaan Negeri Ambon, Roberth Ilath merincikan, untuk Indikasi penyelewengan ADD Negri Oma Tim Penyidika telah melakukan on the spot untuk mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) dan saat ini tengah merampungkan berkas perkara kasus tersebut.

Menurut Roberth Ilath Kejari Ambon saat ini tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh BPKP Provinsi Maluku.

Robert Ilath mengakui dalam melakukan penyidilakan untuk kaus ADD Oma sedikit terkendala adanya pro kontra masyarakat setempat terkait dengan persoalan ini, namun Kejari Ambon tidak patah arang, bahkan saat ini Tim Pidsus kejari dan BPKP tengah berada di Negeri Oma untuk meramungkan kasus ini.

Robert Ilath menambhakan khsusus untuk kasus indikasi penyelewengan ADD Negeri Urimesing, Kota Ambon, tahun anggaran 2016 yang total anggarannya mencapai Rp1,5 miliar. Kejari mengakui telah menerima laporan warga tetapi tidak serta merta pihaknya langsung menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan.

Ia menyebutkan laporan warga terkait indikasi penyimpangan DD dan ADD Urimesing ini diterima Kejari Ambon sejak tanggal 15 Juni 2017 dan ditindaklanjuti dengan membentuk tim untuk melakukan on the spot pada lima dusun yang berada di bawah pemerintah Negeri Urimesing.

Indikasi penyimpangan DD dan ADD tahun anggaran 2016 tersebut sampai sekarang belum dapat dipertanggungjawabkan oleh perangkat desa serta para kepala urusan (kaur) ataukepala-kepala dusun.

Menurut Kajari, tujuan dilakukan on the spot ke lapangan adalah mengumpulkan keterangan guna mencari informasi lebih mendalam dan mengecek kebenaran lapporan yang disampaikan warga, sehingga nantinya jaksa tidak memanggil orang yang salah untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Lima dusun yang didatangi antara lain Dusun Seri, Mahia, Siwang, Tuni, serta Dusun Kusu-Kusu Sere yang mendapatkan bantuan anakan keladi, ternak sapi, jalan setapak, atau jembatan yang menggunakan sumber dana dari DD maupun ADD tahun anggaran 2016.DMS

DMS TWITTER

DMS Fan Page