Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Hari ini genap 72 tahun berlalu sejak Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki, Jepang. Wali kota Nagasaki berharap agar kota tersebut menjadi tempat terakhir yang mengalami serangan bom atom.

Hal tersebut disampaikan Wali kota Tomihisa Taue dalam seremoni peringatan 72 tahun serangan bom atom di Nagasaki. Seremoni ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan terkait program senjata nuklir dan rudal Korea Utara (Korut).

"Rasa cemas yang kuat saat ini sedang menyebar luas di dunia, bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama senjata ini bisa digunakan kembali," tutur Wali kota Tomihisa Taue dalam seremoni di Nagasaki Peace Park seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (9/8/2017).

"Nagasaki harus menjadi tempat terakhir yang mengalami bom atom," imbuhnya.

Dalam seremoni itu, lonceng dibunyikan ketika ribuan orang, termasuk para penyintas yang telah berumur lanjut dan kerabat-kerabat korban, mengheningkan cipta pada pukul 11.02 waktu setempat, waktu terjadinya serangan bom atom pada 9 Agustus 1945 di Nagasaki, di hari-hari terakhir Perang Dunia II.

Jepang merupakan satu-satunya negara di dunia yang telah mengalami serangan bom atom. Militer AS menjatuhkan bom atom pertama ke kota Hiroshima, Jepang pada 6 Agustus 1945, yang menewaskan sekitar 140 ribu orang. Angka tersebut termasuk mereka yang selamat dari ledakan, namun kemudian meninggal akibat terpapar radiasi tingkat tinggi.

Tiga hari kemudian, AS menjatuhkan bom plutonium ke kota pelabuhan Nagasaki dan menewaskan sekitar 74 ribu orang. Beberapa hari kemudian atau pada 15 Agustus 1945, pemerintah Jepang mengumumkan pihaknya menyerah dalam Perang Dunia II.

Seremoni ini digelar di tengah memuncaknya retorika Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menggunakan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Korut.

"Korut sebaiknya tidak lagi membuat ancaman-ancaman untuk Amerika Serikat," kata Trump seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (9/8/2017). "Mereka akan disambut dengan api, kemarahan dan jujur saja, kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia," tegas Trump kepada para wartawan.

Komentar Trump ini disampaikan sehari setelah Korut yang bereaksi terhadap sanksi terbaru PBB terhadap program senjata nuklirnya, melontarkan ancaman terhadap Washington.

"AS akan membayar mahal untuk semua kejahatan keji yang dilakukan terhadap negara dan warga di negara ini (Korut)," tegas pemerintah Korut seperti dilaporkan KCNA. (DMS-detikcom)

DMS TWITTER

DMS Fan Page