Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, mayoritas warga Amerika Serikat mendukung pengerahan pasukan militer AS untuk membela Korea Selatan (Korsel) jika diserang Korea Utara (Korut). Bahkan 40 persen warga AS mendukung serangan udara terhadap fasilitas nuklir Korut. 

Demikian menurut hasil polling yang dirilis pada Senin (7/8) waktu setempat oleh kelompok Chicago Council on Global Affairs. Hasil polling tersebut menunjukkan bahwa nyaris dua pertiga warga negara AS, atau 62 persen mendukung pengerahan pasukan AS ke Korsel untuk melindungi negeri tersebut dari serangan Korut. Seperti dilansir NBC News,Selasa (8/8/2017), angka ini merupakan peningkatan 15 persen dari hasil polling serupa pada tahun 2015 lalu.

Dalam polling tersebut terlihat bahwa tiga perempat warga Amerika menganggap program nuklir Korut sebagai ancaman penting yang dihadapi negara mereka. Ini menunjukkan kenaikan 15 persen dari polling pada tahun 2016 lalu dan kenaikan 20 persen dari polling dua tahun lalu.

Polling tersebut juga menunjukkan bahwa serangan pendahuluan terhadap Korut terkait uji coba rudal dan program nuklirnya, tidak mendapatkan banyak dukungan warga AS.

"Aksi militer dibarengi dengan risiko sangat nyata akan pembalasan dan eskalasi, dan sama seperti dalam survei-survei terdahulu, itu kurang mendapat dukungan publik," demikian disampaikan kelompok Chicago Council on Global Affairs.

Secara keseluruhan, survei tersebut menunjukkan, 28 persen warga Amerika mendukung pengiriman pasukan AS untuk menghancurkan fasilitas nuklir Korut dan 40 persen warga AS mendukung serangan-serangan udara terhadap fasilitas nuklir Korut. 

Polling ini dilakukan antara 27 Juni dan 19 Juni di kalangan 2.020 orang dewasa dari negara-negara bagian AS dan District of Columbia. Margin of error sekitar 2,4 persen.

Hasil polling ini dirilis di tengah peringatan Korut bahwa pihaknya akan memberikan "pelajaran berat" pada AS dengan senjata nuklirnya, jika Washington nekat melancarkan aksi militer terhadap Pyongyang.

Sejak awal Juli lalu, Korut telah dua kali melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM), yang disebutnya bisa mencapai wilayah daratan AS.(DMS-detiknews)

DMS TWITTER

DMS Fan Page