Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Sanksi Amerika Serikat (AS) atas Rusia terkait dengan aneksasi Crimea, Ukraina timur, masih akan tetap diberlakukan, tegas Presiden Donald Trump.

Hal itu ditegaskannya lewat pesan Twitter setelah bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela pertemuan pundak atau KTT G20 di Hamburg, Jerman, akhir pekan lalu.

Trump mengatakan akan terlalu prematur untuk mempertimbangkan pengenduran “sampai masalah Ukraina dan Surah terselesaikan”, demikian dilaporkan BBC, Senin (10/7/2018).

Dia juga menambahkan akan bekerja secara 'konstruktif' setelah pekan lalu bertemu dengan Presiden Putin.

Radio DMS Menyajikan: Berita AmbonBerita MalukuMedia di AmbonMedia di Maluku

Sementara itu Rusia menegaskan tidak akan mengubah kebijakannya di Ukraina dan Suriah karena sanksi tersebut.

"Kebijakan kami di Suriah dan Ukraina tidak pernah dan tidak akan ditentukan oleh tekanan sanksi yang diterapkan Amerika Serikat," kata juru bicara parlemen untuk urusan internasional, Konstantin Kosachev.

Dia menjelaskan bahwa kebijakan AS atas Rusia tidak ditentukan oleh persyaratan hubungan internasional namun oleh 'zig zag dari kebijalan dalam negeri AS dan konfrontasi antara Trump dan Kongres."

 

Para pegiat yang mengamati kawasan itu mengatakan tidak ada pertarungan maupun serangan udara dan beberapa kelompok pemberontak mengukuhkan suasannya tenang.

Perundingan sebagian ini tercapai menjelang babak baru perundingan damai yang Suriah disponsori PBB di Geneva, Swiss, yang dimulai Senin ini (10/7/2017).

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, yang sedang berkunjung ke Ukraina, Minggu (9/7/2017), sudah meminta Rusia agar mengambil “langkah pertama” untuk megakhiri konflik separatis di sana.

Dia mengatakan bahwa sanksi atas Rusia akan tetap 'sampai Moskwa membalikkan tindakan-tindakan mereka.

Radio DMS Menyajikan: Berita AmbonBerita MalukuMedia di AmbonMedia di Maluku

Perang di Ukraina – dengan aneksasi Rusia atas Crimea pada tahun 2014 – dan dukungan militer pemerintah Moskwa atas Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menyebabkan ketegangan antara kedua negara.

Bulan lalu para Senator AS dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru atas Rusia terkait dengan campur tangan atas pemilihan presiden tahun lalu.

Mereka juga sepakat untuk mempercepat proses yang membuat Kongres bisa menghambat setiap usaha dari Presiden Trump untuk menurunkan sanksi itu.

DMS TWITTER

DMS Fan Page