Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Kian ketatnya persaingan kerja membuat tenaga profesional maupun fresh graduate harus terampil dalam menjual kompetensi diri. Jika tidak, kesempatan bekerja di perusahaan impian bisa saja melayang.

Dewasa ini, kian beragam jenis perusahaan bagi generasi milenial menimba karier. Sebagai informasi, generasi milenial dikenal pula sebagai generasi Y, yaitu kaum muda berusia 20-35 tahun.

Salah satu favorit generasi milenial adalah perusahaan rintisan (start up), yang menjamur seiring perkembangan teknologi di Indonesia. Semakin banyaknya perusahaan rintisan tentu membuka banyak peluang kerja, terutama bagi lulusan baru (fresh graduate).

Pendekatan informal, seperti wawancara di tempat bernuansa santai menjadi daya tarik yang ditawarkan tim rekrutmen atau pemilik perusahaan rintisan. Itu dilakukan agar generasi milenial nyaman dengan proses seleksi.

Terlebih lagi, saat ini semakin banyak kedai kopi di kota besar, misalnya Filosofi Kopi, Jakarta, yang populer seiring kisah Ben dan Jody di layar lebar. Kondisi tersebut semakin mendukung pilihan tempat untuk wawancara kerja kasual.

Meskipun bernuansa santai, wawancara kerja di kedai kopi tak dapat dianggap enteng. Sebaiknya, kandidat tetap mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar lolos tahapan seleksi tersebut.

Sebagimana dikutip laman The Employable, Kamis (18/2/2016), berikut sejumlah hal penting yang harus diperhatikan kandidat saat wawancara kerja kasual:

Pertama, pakaian. Wawancara di kedai kopi dalam suasana santai tak berarti Anda juga dapat berpakaian sesuka hati. Kenakanlah pakaian bisnis seperti kemeja agar Anda nyaman sekaligus percaya diri.

Perlu diingat, tak disarankan mengenakan pakaian terlalu kasual karena Anda justru dianggap kurang termotivasi untuk bekerja.

Kedua, gaya bicara. Mengingat tingkat informalitas, wajar bila Anda merasa lebih nyaman dalam wawancara kasual daripada wawancara formal. Suasana santai akan mendorong Anda lebih terbuka menceritakan dan menunjukkan potensi diri. Itu sah-sah saja.

Namun, Anda tetap harus memakai bahasa yang baik. Catat juga, jangan sampai terpancing menceritakan keburukan almamater, perusahaan lain, atau mantan rekan kerja.

Ketiga, etiket memesan. Wawancara kasual di kedai kopi terkadang menimbulkan dilema bagi kandidat, seperti tepat tidaknya memesan minuman serta siapa yang semestinya membayar pesanan itu. Sebetulnya, Anda tak perlu khawatir karena perusahaan biasanya telah siap membayar seluruh pesanan.

Namun, ada baiknya Anda tetap menawarkan diri untuk membayar. Apabila ditolak, segera ucapkan terima kasih. Satu hal lain, Anda selayaknya tidak memesan makanan selama wawancara berlangsung.

Keempat, riset terlebih dahulu. Sebelum wawancara kasual, pastikan Anda telah membekali diri dengan informasi yang cukup, terutama profil perusahaan yang dilamar, mulai dari visi-misi, sejarah singkat, maupun capaian yang telah diraih perusahaan itu.

Selain itu, ketahuilah detail pekerjaan yang Anda lamar, mulai dari deskripsi tugas hingga tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi.

Terakhir, datanglah tepat waktu. Jauh lebih baik jika Anda datang minimal 30 menit lebih awal sehingga lebih rileks dan dapat menyesuaikan diri dengan suasana sekitar.

Manfaatkan waktu

Karena waktu tunggu sedikit singkat, lakukan saja hal-hal sederhana yang bisa membuat diri rileks. Misalnya, dengan memanfaatkan teknologi dari gawai yang dibawa. Anda bisa menonton video pendek, atau bahkan melakukan pencarian mengenai pertanyaan yang mungkin akan diajukan oleh pewawancara agar lebih percaya diri.

Nah, agar aktivitas browsing terasa nyaman, alangkah baiknya Anda menggunakan tablet dengan layar luas dan mendukung jaringan 4G. Samsung Galaxy Tab A with S-Pen, misalnya.

Ditunjang layar 10.1 inci, Anda juga dapat melakukan multitasking dengan nyaman, seperti berselancar internet, menggambar, atau mencatat hal-hal penting dengan S-Pen. Terlebih lagi, dengan baterai 7.300 mAh yang mampu bertahan hingga 13 jam, produktivitas Anda pun kian terpacu.

Melalui sejumlah fasilitas tersebut, waktu menunggu wawancara menjadi berharga dan tak membosankan. Pikiran pun menjadi rileks dan mendongkrak kepercayaan diri Anda saat wawancara.

Dengan persiapan maksimal sebelum wawancara kasual, niscaya masa penantian untuk mendapatkan pekerjaan impian segera berakhir.

DMS TWITTER

DMS Fan Page