Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Pemberian ASI atau menyusui bayi yang diteruskan sampai lebih dari dua tahun dianggap tak terkait dengan risiko karies (lubang pada gigi) anak.

Hal itu ditegaskan oleh Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) dalam surat sanggahan yang dikirimkan kepada Kompas Lifestyle, menjawab artikel mengenai Risiko yang Bisa Timbul Jika Bayi Tetap Menyusui Sampai 2 Tahun.

Disampaikan oleh dr.Supriyatiningsih, Sp.OG, pemberian ASI sebagai makanan terbaik bagi bayi dan anak merupakan rekomendasi dari WHO dan Unicef dalam Global Strategy on Infant and Child Feeding, yang juga dipromosikan oleh Kementrian Kesehatan RI.

Dalam rekomendasi itu diarankan agar ibu melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir, menyusui secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan, mulai memberikan makanan pendamping ASI yang baik dan benar sejak bayi berumur 6 bulan, dan tetap menyusui sampai anak berumur 24 bulan atau lebih.

Terkait dengan risiko karies gigi pada balita, disebutkan bahwa menurut penelitian yang dilakukan di Cina terhadap 392 anak dan dimuat dalam jurnal NCBI ditemukan tiga faktor yang jadi penyebab karies dan gigi berlubang pada anak, yaitu terlalu banyak makan permen, tidak menyikat gigi sebelum tidur, dan orangtua tidak membantu menyikat gigi anak.

"Banyak faktor yang dapat memengaruhi masalah karies gigi dan gigi berlubang, selain makanan yang mengandung gula," dalam surat yang diterima Kompas Lifestyle.

Selain itu, disebutkan bahwa banyak penelitian yang justru tidak menunjukkan adanya hubungan antara lamanya menyusui dengan kejadian karies gigi dan gigi berlubang pada anak.

ASI tidak menyebabkan penurunan derajat keasaman (pH) di mulut bayi dan anak, menimbulkan timbunan kalsium dan mineral di gigi untuk perlindungan gigi, tidak menyebabkan kerusakan gigi kecuali ada sisa makanan lain di dalam mulut, mencegah pertumbuhan bakteri, dan tidak menyisakan ASI di mulut karena akan tertelan semuanya.

Sebaliknya, susu formula yang berbahan dasar susu hewan menyebabkan pH mulut rendah, merusak gigi karena kandungan gulanya, merusak gigi walaupun tidak ada sisa makanan lain di mulut, meningkatkan pertumbuhan bakteri, dan tetesan-tetesannya akan tetap melekat mulut yang meningkatkan risiko kerusakan gigi.

DMS TWITTER

DMS Fan Page