Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Bursa saham AS atau Wall Street ditutup bervariasi pada penutupan perdagangan saham Senin waktu setempat atau Selasa waktu Indonesia.

Indeks S&P 500 dan indeks Dow berupaya mencetak rekor kenaikan baru, namun langkah tersebut tertekan penurunan saham teknologi yang membuat indeks Nasdaq ditutup turun.

Indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Senin ditutup menguat 14,79 poin atau menguat 0,07 persen ke level 21.409,55.

Indeks S&P 500 menguat 0,03 persen ke level 2.439,07 dan indeks Nasdaq Composite turun 18,10 poin atau turun 0,29 persen ke level 6.247,15.

Saham teknologi tertekan seiring langkah investor yang lebih senang mengkoleksi saham-saham yang lebih defensif.

Sektor teknologi merupakan sektor terlemah sepanjang sesi, dengan penurunan 0,6 persen. Sektor ini tertekan akibat valuasi yang melebar.

Sementara sektor telekomunikasi merupakan sektor berperforma terbaik dari 11 sektor penopang indeks S&P 500 dengan kenaikan 0,6 persen. Atau di bawah sektor utility yang naik 0,8 persen.

" Par bond memberikan sinyal perlambatan ekonomi," kata Paul Nolte, portfolio manager di Kingsview Asset Management di Chicago. "Itu sebabnya saham-saham yang bertahan seperti sektor utility berperforma bagus, karena investor saham membeli lebih banyak dari apa yang dikatakan pasar bond."

Saham-saham teknologi yang ditutup turun antara lain saham Microsoft, Amazon dan Alphabet yang memberatkan indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq.

"Perdagangan hari ini adalah aksi ambil untung sederhana di akhir kuartal. Tidak mengejutkan melihat pembalikan arah di awal Juli dengan pemikiran mereka akan mendapatkan penguatan nantinya," ujar Tim Ghriskey, chief investment officer of Solaris Asset Management in New York.

Sektor energi turun 0,2 persen di indeks S&P 500, sebab kenaikan harga minyak tertekan naiknya suplai aminyak mentah di AS dan negara lainnya.

DMS TWITTER

DMS Fan Page