Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Takata Corp, produsen airbag asal Jepang, menghadapi kebangkrutan manufaktur Jepang terbesar tahun ini. Airbag merupakan salah satu fitur keselamatan di mobil.

Sayangnya, Takata gagal memberikan produk yang menjamin keselamatan penumpang mobil yang menggunakan produknya. Akibatnya, tercatat kegagalan inflator airbag Takata merenggut nyawa sebanyak 16 orang dan 180 orang lain cedera.

Takata mengajukan kebangkrutan (Chapter 11) pada otoritas Amerika Serikat melalui holdingnya, TK Holdings di Delaware pada Minggu, dengan utang dan kewajiban berkisar antara 10 miliar dollar AS hingga 50 miliar dollar AS.

Sementara di Jepang, Takata mengajukan kebangkrutan melalui Pengadilan Distrik Tokyo di Senin. Takata mengabarkan bahwa mereka akan diakuisisi oleh perusahaan patungan Cina-AS bernama Key Safety Systems Inc senilai 1,6 miliar dollar AS.

Setelah hampir 9 tahun terakhir merugi, perusahaan Jepang yang sudah berusia 84 tahun itu akan menjual hampir semua produksinya kepada kompetitornya tersebut.

Sebelumnya, Takata harus melakukan recall (penarikan) terbatas produk-produknya di akhir tahun 2008 di Amerika Serikat. Ternyata recall terus meluas sampai ke seluruh dunia dan mencakup jutaan kendaraan. Di Amerika Serikat saja, mereka harus melakukan recall terhadap 42 juta kendaraan, recall terbesar yang pernah ada.

 

DMS TWITTER

DMS Fan Page