Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

CEO maskapai penerbangan United Airlines Oscar Munoz menyatakan tidak ada pemecatan pegawai pada maskapai yang dipimpinnya. Hal ini menyusul penyeretan penumpang keluar dari pesawat karena overbooking.

"Ini adalah kesalahan sistem. Tidak pernah ada pertimbangan untuk memecat pegawai atau siapapun terkait hal itu," ujar Munoz seperti dikutip dari CNN Money, Rabu (19/4/2017).

Munoz meyakini ada banyak kritik yang dilontarkan kepadanya terkait diseretnya seorang penumpang beberapa waktu lalu lantaran tidak mau memberikan kursinya.

Terkait insiden tersebut, Munoz mengaku telah berbicara dengan pimpinan induk perusahaan United Continental Holdings dan mereka memberikan dukungannya pada Munoz.

Sebelumnya, komentar Munoz tentang insiden itu malah membuat situasi bertambah buruk. Ia mendeskripsikan sang penumpang yang menolak memberikan kursinya untuk kru pesawat sebagai disruptif dan menciptakan keributan.

Kemudian, Munoz dan pejabat United lainnya meminta maaf atas insiden tersebut. Mereka pun berjanji untuk memperbaiki layanan konsumen.

"Insiden ini telah menjadi pelajaran bagi kami semua di United," jelas Munoz.

Pihak United menyatakan bakal mengubah kebijakannya, yakni tidak melibatkan penegak hukum untuk mengeluarkan penumpang dari pesawat kecuali sang penumpang membahayakan keamanan.

Selain itu, kru dan pegawai United juga diwajibkan memesan tiket setidaknya satu jam sebelum keberangkatan. Munoz pun menyatakan pihaknya telah menghubungi Konsulat Jenderal China di Chicago.

Penumpang yang diseret keluar dari pesawat adalah Dr David Dao, warga keturunan Vietnam-Amerika dan insiden tersebut sangat merebut perhatian di China, yang merupakan pasar kunci bagi United.

DMS TWITTER

DMS Fan Page