Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diperkirakan kembali bergerak naik atau mengalami penguatan menuju level-level rekor tahun ini.

Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang hal ini dikarenakan pasar mulai tenang setelah proses Pilkada DKI Jakarta putaran kedua berlangsung dengan aman.

"Ini bagus buat market. Untuk IHSG akan bergerak dalam rentang 5.570-5.650," kata Edwin kepada Kompas.com Kamis (20/4/2017).

Pada penutupan perdagangan 6 April, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi di level 5.680,23. Reli kenaikan IHSG, terjadi sejak pekan ketiga Maret.

Namun, pada penutupan Selasa (18/4/2017) lalu IHSG terhempas ke level 5.606,51.

Kendati demikian, imbuh Edwin kemenangan Anies-Sandi bukan satu-satunya penyebab naiknya indeks. Kabar baiknya dari eksternal, tensi geopolitik di semenanjung Korea mulai mereda.

Rupiah

 

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan bergerak di rentang 13.265 hingga 13.370 per dollar AS

Menurut analis dari PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo, kurs rupiah diperkirakan cenderung menguat.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee melihat, peluang kenaikan indeks dan penguatan kurs Rupiah paska- Pilkada DKI Jakarta putaran kedua bukan dikarenakan siapa pemenangnya.

"Indeks dan rupiah positif harusnya, karena pasar lebih penting (melihat) Pemilu aman," ucap Hans kepada Kompas.com.

(Baca: Hari Ini, IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan Terbatas)

 

Oposisi makin kuat

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan kemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies-Sandi.

Hasil hitung cepat Litbang Kompas sendiri melaporkan Anies-Sandi menguasai 58 persen suara, sedangkan Ahok- Djarot hanya 42 persen.

 

"Hasil ini menunjukkan bahwa hampir semua pendukung Agus Yudhoyono dalam pemilihan putaran pertama, tidak memilih Ahok (di putaran kedua)," kata Kepala Riset PT Bahana Sekuritas Harry Su kepada Kompas.com.

Menurut Harry, kondisi ini menunjukkan beberapa dampak politik yang penting bagi Indonesia, salah satunya yaitu meningkatnya kekuatan oposisi politik Joko Widodo. Ia melihat, tawar-menawar politik dan kompromi mungkin akan terjadi.

"Kemungkinan perombakan kabinet ketiga yang lama ditunggu mungkin terjadi. Perhatikan pernyataan oposisi, yang mengatakan meskipun ini adalah balapan Gubernur DKI Jakarta tetapi berasa pemilihan Presiden, dengan banyak fokus dari masyarakat internasional," ucap Harry.

Yang menarik, kata Harry, kemenangan Anies-Sandi ini akan meredam demonstrasi-demonstrasi yang sering terjadi di ibu kota.

Ini bagus untuk pertumbuhan ekonomi, karena Jakarta menyumbang 20 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi calon pemenang telah mendapatkan warisan infrastruktur yang baik dari Ahok.

"Kami percaya bahwa Ahok telah membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk Jakarta untuk memastikan bahwa itu akan tetap berada pada jalur pertumbuhan," ucap Harry.

Dengan kembalinya kondisi ke fundamental, investor disarankan untuk berhati-hati terhadap reaksi pasar jangka pendek, sembari melihat-lihat Gubernur dan Wagub baru Jakarta bisa merealisasikan janji-janjinya.

DMS TWITTER

DMS Fan Page