Dengarkan Radio DMS 102,7 FM Ambon dengan Kualitas Audio Terbaik di Maluku

radiodms.com - PT Pertamina (Persero) memastikan saat ini tidak ada kelangkaan Elpiji 3 kilogram di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Hal itu dipastikan, setelah tim Pertamina diterjunkan ke lokasi, dan hasilnya tidak terlihat adanya antrean maupun dari sisi penjualan tidak menunjukkan grafik yang signifikan.

“Isu kelangkaan Elpiji 3 Kg ini selalu kami tindaklanjuti sesegera mungkin. Pertamina sudah memberikan tambahan fakultatif. Selain itu kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan operasi pasar,” ujar Yudi Nugraha, Area Manager Communication & Relations JBB Pertamina melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Jumat (7/4/2017).

Untuk menanggulangi informasi tersebut dan memenuhi kebutuhan masyarakat, Pertamina menggelar Operasi Pasar. Khusus untuk operasi pasar, harga jual yang diberlakukan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pangkalan, yakni Rp 16,000 per tabung 3 kilogram.

"Selain operasi pasar, Pertamina sudah memberikan alokasi tabung fakultatif (tambahan) sejumlah 402.840 tabung untuk wilayah Jakarta," tambahnya.

Adapun pelaksanaan operasi pasar tersebut dilakukan sejak hari Selasa 4 April 2017 sampai dengan Kamis 6 April 2017 di beberapa titik lokasi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan.

"Masing-masing titik dialokasikan 560 tabung. Setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal dua tabung," ungkapnya.

Menurutnya, PT Pertamina (Persero) terus mengupayakan kelancaran distribusi Elpiji 3 kilogram kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sejak awal tahun 2016 hingga saat ini, jumlah penyaluran Elpiji 3 kilogram dari PT Pertamina (Persero) untuk Area Jakarta masih stabil.

Secara rata-rata, jumlah penyaluran tabung Elpiji 3 kilogram di wilayah Jakarta adalah 408.646 tabung per hari.

Penyaluran tersebut didukung oleh 245 Agen serta 3.088 Pangkalan yang tersebar di wilayah Jakarta. Adapun untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 kilogram untuk Area Jakarta adalah Rp 16.000 per tabung.

Masyarakat pun diimbau apabila menemukan indikasi penyelewengan Elpiji 3 kilogram bersubsidi, masyarakat dapat langsung melapor ke Kepolisian setempat, Pemerintah Daerah, Hiswana Migas, atau ke Pertamina melalui Pertamina Contact Center di nomor telepon 1-500-000.

DMS TWITTER

DMS Fan Page